Guru wajib tau Keterampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skill)

Pengertian Dasar

yaitu keterampilan yang bersifat generik atau Keterampilan Dasar Teknik Instruksional yang  harus dikuasai seorang guru.

Guru wajib tau Keterampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skill)

Mengapa ?

Keterampilan dasar mengajar sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengaja

Bagaimana ?

Pengelompokan Keterampilan Dasar Mengajar
  • Keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
  • Keterampilan bertanya.
  • Keterampilan memberi penguatan (reinforcement).
  • Keterampilan mengadakan variasi.
  • Keterampilan menyajikan materi pembelajaran.
  • Keterampilan mengelola kelas.
  • Keterampilan membimbing diskusi kelompok.
  • Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
     

1. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

Tujuan pokok siasat membuka pelajaran (set induction), untuk : 
  1. Menyiapkan mental murid agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari, 
  2. Menimbulkan minat,
  3. Serta pemusatan perhatian siswa terhadap apa yang akan dipelajari dalam KBM

Hal-hal tersebut di atas dituangkan dalam bentuk kemampuan membuka pelajaran, yaitu :

  • 1) Mengarahkan perhatian siswa
  • 2) Menimbulkan motivasi
  • 3) Memberi acuan bahan belajar yang akan dikembangkan
  • 4) Membuat kaitan bahan belajar yang lama dengan yang baru

Tujuan pokok siasat menutup  pelajaran (closure), untuk :

  1. Merangkum atau membuat garis besar
  2. Persoalan yang baru saja dipelajari
  3. Mengkonsolidasikan perhatian siswa
  4. Terhadap hal-hal pokok dlm pembelajaran
  5. Agar dapat membangkitkan minat dan
  6. Kemampuannya pada masa mendatang
  7. Dalam KBM maupun kehidupannya.
  8. Mengorganisasikan semua kegiatan/ hal yang telah dipelajari pd pertemuan tsb
  9. Sehingga merupakan suatu kebulatan
  10. Dalam memahami essensi bahan ajar tsb.

Hal-hal tersebut di atas dituangkan dalam bentuk kemampuan menutup pelajaran, yaitu :

  1. Melakukan tinjau-ulang terhadap bahan belajar
  2. Memberi kesempatan untuk bertanya
  3. Melaksanakan tidak lanjut dengan :
  • Memberi tugas yang berkaitan dengan
  • Kompetensi dasar siswa;
  • Memberi pengayaan
  • Informasi bahan ajar berikutnya

3. Keterampilan memberi penguatan ( reinforcement )

Tujuan pokok memberi penguatan, untuk :
  1. Membangkitkan dan memelihara
  2. Motivasi siswa.
  3. Meningkatkan perhatian siswa.
  4. Memudahkan siswa bekerja.
Penguatan dapat diberikan dalam bentuk :
  1. Verbal , berupa kata-kata/ kalimat pujian, seperti : “bagus” / “tepat sekali”/ “saya puas akan pekerjaanmu”.
  2. Non Verbal , yaitu berupa :
    • Gerak mendekati;
    • Mimik dan gerakan badan;
    • Sentuhan;
    • Kegiatan yang menyenangkan
    • Token (simbol atau benda kecil lain)

4. Keterampilan mengadakan variasi

Variasi dalam KBM adalah : perubahan dalam proses kegiatan
Tujuannya :
  • Meningkatkan motivasi siswa.
  • Mengurangi kejenuhan dan kebosanan.
Variasi dalan KBM dikelompokkan menjadi :
  1. Variasi dalam gaya mengajar. berupa : variasi suara; variasi gerak badan dan mimik; mobilitas posisi; memusatkan perhatian, membuat kesenyapan sejenak, memberi kontak pandang,
  2. Variasi dalam penggunaan media dan bahan belajar, meliputi : variasi alat dan bahan yang dapat dilihat,didengar, diraba dan dimanipulasi.
  3. Variasi dalam Pola Interaksi dan Kegiatan Pola interaksi berbentuk : klasikal, kelompok dan perorangan. Variasi kegiatan berupa : demonstrasi, diskusi, latihan, menelaah materi, atau praktikum dsb.
     

5. Keterampilan menyajikan materi pembelajaran

Dalam kaitanya dengan KBM, menyajikan berarti mengorganisasikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis

Ini berarti penguasaan materi pembelajaran ”mutlak perlu”dimiliki guru.

Mengapa ?

“Conveying information to students is very important but that, teaching students how to think is even more important” (Arends, R., I. 1998)

Pada hakekatnya tujuan pendidikan adalah “mengajar anak berpikir” (Ratna Wilis Dahar, 2003)
Belajar Sains pada hakekatnya adalah”belajar berpikir”, dan karena keterampilan berpikir itulah yang dapat menjadikan Sains berkembang (Liliasari, 2005)

Dalam kaitannya dengan pembelajaran yang harus berpusat pada siswa (student centered), maka untuk keterampilan ini guru harus bertindak sebagai “ fasilitator ”

Penguasaan materi pembelajaran,  meliputi beberapa indikator:
  • 1) penyajian materi pembelajaran relevan dengan indikator hasil belajar
  • 2) penyajian materi pembelajaran secara runtut
  • 3) mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan
  • 4) mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
  • 5) menggunakan struktur logika
  • 6) kejelasan dalam memberikan contoh
  • 7) sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa
  • 8) memungkinkan tumbuhnya “nurturant effect”
Keterampilan menyajikan materi pembela-jaran, terdiri dari beberapa komponen :
1) Komponen merencanakan penyajian :
  • a) isi materi disusun scr sistematis (runtut) disertai dengan contoh-contoh.
  • b) hal-hal yg berkaitan dengan karakteristik siswa
2) Komponen menyajikan materi :
  •  a) Kejelasan dapat dicapai dengan cara :
  •  # bahasa yang jelas
  •  # berbicara yang lancar
  •   # berhenti sejenak untuk melihat responsiswa
  • b) Pertanyaan harus disusun secara runtut
  • c) Penggunaan contoh dan ilustrasi mengikuti     pola induktif atau pola deduktif
  • d) Pemberian tekanan pada bagian yang     penting dengan : penekanan suara     pembuatan ikhtisar, mengemukakan tujuan dsb

6. Keterampilan mengelola kelas

Keterampilan mengelola kelas adalah :
keterampilan menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal agar terjadi proses belajar mengajar yang kondusif, efisien dan efektif

Tujuannya :
  1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu/ klasikal dlm berperilaku sesuai tata tertib dan aktivitas yang sedang berlangsung
  2. Menyadari kebutuhan siswa
  3. Memberi respon yang efektif thd perilaku siswa

Keterampilan mengelola kelas

Dibedakan menjadi :
A. Pengelolaan Fisik :
    1.    Administrasi siswa
    2.    Posisi tempat duduk siswa
    3.    Pengelolaan penunjang pembelajaran
B. Pengelolaan Non-Fisik :
    1.    Pengkondisian siswa
    2.    Ketenangan Belajar siswa


Komponen keterampilan mengelola kelas:

1) Keterampilan yang berhubungan dengan  penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar optimal :
  • Menunjukkan sikap tanggap 
  • Membagi perhatian scr visual dan verbal 
  • Memusatkan perhatian kelompok : menyiapkan dan menuntut tanggung jawab siswa
  • memberi petunjuk yang jelas
  • menegur scr bijaksana : yaitu scr jelas dan tegas (bukan berupa peringatan/ocehan/buat aturan)
  •  memberi penguatan bila perlu

Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar optimal :

keterampilan ini berkaitan dgn respon guru thd  respon negatif siswa yang berkelanjutan. Untuk
mengatasi ini dpt digunakan 3 jenis strategi :
  1. Modifikasi tingkah laku
  2. Proses kelompok : kelompok dimanfaatkan dalam memecahkan masalah pengelolaan kelas yang muncul melalui diskusi.
  3. Menemukan dan mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah

6 prinsip penggunaan keterampilan pengelolaan kelas utk menciptakan iklim kelas yang menyenangkan :

1) Kehangatan dan keantusiasan dlm mengajar
2) Menggunakan kata-kata atau tindakan yang dapat menantang siswa untuk berpikir
3) Menggunakan berbagai variasi
4) Keluwesan guru dalam pelaksanaan tugas
5) Penekanan pada hal-hal yg bersifat positif
6) Penanaman disiplin diri sendiri

Hal-hal yang harus dihindari dalam pengelolaan kelas

1) Campur tangan yang berlebihan
2) Kelenyapan/ penghentian suatu pembicaraan/ kegiatan karena ketidaksiapan guru
3) Ketidakpastian memulai dan mengakhiri pelajaran
4) Penyimpangan, terutama yg berkaitan dengan disiplin diri
5) Bertele-tele
6) Pengulangan penjelasan yang tak diperlukan

7. Keterampilan membimbing diskusi kelompok.

Keterampilan ini meliputi :
1) Pengelompokan siswa yang efektif
    A.    Jumlah siswa efektif setiap kelompok
    B.    Heterogenitas siswa dalam kelompok

2) Pengelolaan sarana penunjang diskusi
    A.    Pola tempat duduk
    B.    Media penunjang diskusi

3) Penetuan pola diskusi efektif
    A. Pola ping-pong
    B. Pola bola basket

Ciri-ciri “diskusi kelompok kecil” :
  1. Melibatkan 3 – 9 orang
  2. Berlangsung dlm interaksi tatap muka yang informal (setiap anggota dpt berkomunikasi langsung dengan anggota lain)
  3. Mempunyai tujuan yg pencapaiannya dilakukan dgn kerjasama antar anggota lainnya
  4. Berlangsung menurut proses sistematis.
 

Manfaat bagi siswa:

  • Berbagi informasi dan pengalaman dlm memecahkan masalah
  • Meningkatkan pemahaman atas masalah penting
  • Meningkatkan keterlibatan dlm perencanaan dan pengambilan keputusan
  • Mengembangkan kemampuan berpikir dan berkomunikasi
  • Membina kerjasama yang sehat, kelompok yang kohesif dan bertanggung jawab.

8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan. 

Kegiatan ini terjadi dalam konteks pengajaran klasikal
Dlm pengelolaan kegiatan ini, peran guru sbg:
  1. Organisator KBM
  2. Sumber informasi bagi siswa
  3. Pendorong siswa utk bejar
  4. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa
  5. Pendiagnosa dan pemberi bantuan kpd siswa sesuai kebutuhannya

Keterampilan ini meliputi :
1) Mendiagnosis kebutuhan siswa
  •     Jumlah siswa efektif setiap kelompok
  •     Heterogenitas siswa dalam kelompok
2) Mengadakan pendekatan secara pribadi
  •     Mengetahui kepribadian siswa
  •     Menyediakan berbagai solusi multidimensi
3) Mengorganisasi KBM yg sesuai
  •     Menetapkan tujuan relevan kebutuhan
  •     Memilih metode & pendekatan yang sesuai
  •     Memilih model dan media yang sesuai
  •     Memvariasikan KBM sesuai kondisi
  •     Mengevaluasi KBM sesuai kebutuhan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Guru wajib tau Keterampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skill)"

Post a Comment

Berikanlah Komentar Buat Kami yang Terbaik, Jangan Lupa Bantu Kami Sher Artikel Artikel yang ada di kurikulumpendidikan.net
Terimakasih, Sukses Buat Bapak Ibu Guruku Tercinta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel