Perubahan Kurikulum 2013 Terhadap Siswa di Indonesia


Perubahan kurikulum 2013 telah diberlakukan di Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Program BERMUTU (Better Education Through Reformed Management Universal Teacher Upgrading) yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2005 hingga tahun 2013, dan dilanjutkan Program Replika dan Diseminasi (Repdis) pada tahun 2004.

Perubahan Kurikulum 2013 Terhadap Siswa di Indonesia

Dalam program tersebut ada beberapa hal yang dibenahi, antara lain masalah penyebaran guru yang tidak merata, rasio guru dan murid yang tergolong rendah namun bervariasi dari satu tempat ke tempat lainnya, kualifikasi pendidikan dasar guru yang relatif rendah, kualifikasi profesional guru yang relatif rendah, dan sedikitnya jam mengajar guru yang berada di bawah kriteria jam mengajar minimum.

Maka di Indonesia pemerintah sering kali membuat beberapa kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Perubahan Kurikulum 2013 Dari Kurikulum Sebelumnya

Kurikulum 2013 Menjadi Kurikulum Baru Pendidikan di Indonesia

Kurikulum yang dirubah pada beberapa tahun terakhir ini yakni pada tahun 2004 digunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), lalu pada tahun 2006 ditetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan yang terakhir ini sudah diberlakukan Kurikulum 2013 (Kurtilas).

Perubahan kurikulum ini terlalu membingungkan para guru. Namun beberapa guru terlihat antusias dan optimis dalam melaksanakan Kurikulum 2013 ini karena telah memahami latar belakang pembuatannya.

Pro dan kontra mengenai perubahan kurikulum tidak kunjung padam. Beberapa pihak mempertanyakan alasan di balik pergantian kurikulum yang dilakukan Kemendikbud. Kurikulum ini sebenarnya sudah ditentukan untuk mencapai target yang harus dicapai sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 di sektor pendidikan.

Alasan Dibuatnya Kurikulum 2013

Salah satu alasan perubahan Kurikulum 2013 ini tidak lain karena kurikulum yang digunakan sebelumnya dianggap memberatkan siswa sebab banyaknya materi pelajaran yang harus dipelajari siswa. Dengan kurikulum ini pula, siswa tidak lagi perlu membawa banyak buku dari beberapa mata pelajaran yang harus dipelajarinya.

Selain itu, kurikulum 2013 ini juga lebih meringankan guru karena tidak perlu lagi membuat silabus yang digunakan untuk bahan pembelajaran kepada siswa.

Kurikulum sebelumnya yang memberikan ruang untuk pendidik membuat kurikulum secara mandiri ternyata tidak berjalan mulus sehingga sangat kurang efektif. Kurikulum 2013 ini sebenarnya merupakan lanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tahun 2004 karena mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Perubahan Kurikulum Terhadap Peserta Didik

Beberapa perubahan terjadi, jika pada tingkat sekolah dasar terjadi perubahan yang cukup besar, yakni berkurangnya mata pelajaran yang awalnya berjumlah 10 mata pelajaran berubah menjadi 6 mata pelajaran yang terdiri dari empat mata pelajaran utama (ppkn, Bahasa Indonesia, Agama, dan Matematika) dan dua mata pelajaran muatan lokal (Seni Budaya dan Penjas).

Dengan berkurangnya jumlah mata pelajaran tersebut tidak mengurangi jam belajar siswa di sekolah. Namun Kemendikbud justru akan menambah jam belajar peserta didik di sekolah. 

Dampak negatif dari dunia luar sekolah dikhawatirkan akan membuat para peserta didik mudah terpengaruh. Maka karena itu lah Kemendikbud menambah jam belajar di sekolah sehingga peserta didik tidak memiliki banyak waktu luang di luar sekolah yang dianggap memicu siswa berdekatan dengan efek negatif tersebut.

Kurikulum baru dibuat pastinya memiliki beberapa alasan. Begitu juga dengan perubahan kurikulum 2013 ini yang diterapkan dengan tujuan tertentu yang tujuan utamanya tidak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meskipun masih banyak pro dan kontra yang terjadi karena perubahan kurikulum ini, namun penerapannya harus tetap berjalan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Perubahan Kurikulum 2013 Terhadap Siswa di Indonesia"

Post a Comment

Berikanlah Komentar Buat Kami yang Terbaik, Jangan Lupa Bantu Kami Sher Artikel Artikel yang ada di kurikulumpendidikan.net
Terimakasih, Sukses Buat Bapak Ibu Guruku Tercinta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel