5 Fakta Mirisnya Pendidikan di Indonesia yang Perlu Dibenahi


Pendidikan merupakan modal yang sangat penting dalam mendukung kemajuan suatu bangsa. Dengan adanya pendidikan yang baik, maka sumber daya manusia yang dimiliki juga benar-benar mampu menjadikan negara lebih maju lagi, baik itu dari segi ekonomi, pembangunan, budaya, dan lain sebagainya. Namun, di negara tercinta ini, masih banyak sisi pendidikan yang belum mendukung untuk terciptanya sumber daya manusia berkualitas. Di bawah ini merupakan pemaparan tentang fakta mirisnyapendidikan di Indonesia yang harus dibenahi. 

5 fakta mirisnya pendidikan di indonesia yang perlu dibenahi

5 Fakta Mirisnya Pendidikan di Indonesia yang Perlu Dibenahi

Kualitas Pendidikan Rendah

Kualitas pendidikan yang ada di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya tenaga pendidik, khususnya untuk sekolah negeri yang ada di pelosok. Untuk satu sekolah dasar saja yang seharusnya membutuhkan sembilan orang guru, biasanya hanya memiliki lima atau enam guru. Bahkan ada sekolah negeri di pelosok yang hanya memiliki satu orang guru. Tentu saja hal ini menyebabkan pembelajaran tidak bisa berlangsung secara optimal.

Kurikulum Tidak Sesuai dengan Siswa Indonesia

Selain kualitas pendidikan yang rendah, fakta mirisnya pendidikan di Indonesia yang selanjutnya adalah kurikulum yang tidak sesuai dengan siswa Indonesia. Pada dasarnya setiap manusia diciptakan dengan kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Namun, untuk di Indonesia sendiri, semua siswa harus memiliki kemampuan yang sama. Hal ini dilihat dari kurikulum yang digunakan, bahwa semua siswa harus menguasai pelajaran eksak. 

Padahal dari pelajaran eksak tadi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari kelak sangatlah minim. Terlebih lagi banyak siswa yang memiliki skill di bidang lain seperti olahraga, musik, seni, dan sebagainya. Namun skill yang dimiliki tersebut belum dibina dengan baik, sehingga tidak berkembang. 

Biaya Pendidikan Mahal

Fakta mirisnya pendidikan di Indonesia yang berikutnya adalah mahalnya biaya pendidikan. Biasanya siswa yang menempuh pendidikan di sekolah negeri digratiskan oleh pemerintah. Namun, banyak siswa yang berhenti sekolah karena tidak punya biaya untuk membeli alat tulis dan seragam sekolah. Jarak rumah dan sekolah yang jauh juga menjadi faktor banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi. Bagi kalangan yang kurang mampu hal ini tentu sangat memberatkan.

Berbeda dengan di sekolah tingkat bawah, untuk di sekolah tingkat atas seperti universitas justru masalah biaya ada pada SPP yang mahal. Walaupun di sekolah negeri tetap saja biaya yang harus dikeluarkan mahal dan memberatkan. Selain itu, biaya hidup yang harus dikeluarkan selama menempuh pendidikan juga mahal. Hal ini menyebabkan banyak mahasiswa yang berhenti dari bangku kuliah.

Standar Nilai

Rata-rata standar nilai yang digunakan di Indonesia adalah tujuh. Jika ada siswa yang mendapat nilai kurang dari tujuh kemungkinan tidak naik kelas. Nilai yang dimaksud tersebut bukan nilai pelajaran moral, namun nilai mata pelajaran umum. Hal ini menjadikan tolak ukur siswa yang pintar hanya dilihat dari kemampuan yang dimilikinya. Jika siswa tersebut mahir pelajaran matematika berarti siswa tersebut merupakan siswa yang pintar. Hal ini menyebabkan setelah lulus para siswa akan memperlihatkan perilaku aslinya di masyarakat.

Tidak Diajarkan Budaya Asli

Fakta mirisnya pendidikan di Indonesia yang berikutnya adalah tidak diajarkannya budaya asli Indonesia. Jarang sekali sekolah yang mengajarkan budaya asli Indonesia ke anak didiknya. Hal ini menyebabkan banyak anak Indonesia yang lebih menyukai budaya barat daripada budaya negara sendiri. Tentu saja jika dibiarkan akan banyak anak negeri yang justru tidak mengenal budaya sendiri.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "5 Fakta Mirisnya Pendidikan di Indonesia yang Perlu Dibenahi"

Post a Comment

Berikanlah Komentar Buat Kami yang Terbaik, Jangan Lupa Bantu Kami Sher Artikel Artikel yang ada di kurikulumpendidikan.net
Terimakasih, Sukses Buat Bapak Ibu Guruku Tercinta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel